KUTA, KOMPAS.com - Otoritas PT Angkasa Pura I menyatakan, pembangunan Terminal Internasional Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, akan dimulai setelah penyempurnaan desain selesai dilakukan. Desain yang diharapkan adalah desain dengan penonjolan ciri khas arsitektur Pulau Bali.
General Manajer PT Angkasa Pura I, Heru Legowo, dalam pertemuan dengan Komisi C DPRD Kabupaten Badung, di Kuta, Jumat (5/2/2010) menyatakan, desain baru akan dipresentasikan kepada Pemkab Badung dan Kementerian BUMN sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Kita pastikan penonjolan arsitektur Bali dalam desain yang disempurnakan. Diharapkan pembangunan akan dimulai tahun ini pula sehingga target penyelesaian terminal baru tahun 2011 tercapai," kata Heru sambil menambahkan tim penyempurnaan desain itu antara lain terdiri dari PT Angkasa Pura I, Pemkab Badung, perwakilan dari Ikatan Arsitektur Indonesia, dan dari kalangan akademisi.
Minimnya arsitektur Bali terungkap ketika proyek perluasan terminal bandara itu diresmikan Menteri Perhubungan, pertengahan tahun lalu. Sejak itu, para pemangku kepentingan di Bali mendesak agar desain bangunan terminal disempurnakan. Perintah penyempurnaan desain itu juga disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan kala itu, Jusman Syafii Djamal.
"Kita harapkan begitu turis mendarat, mereka langsung tahu mereka ada di Bali. Kita minta arsitektur terminal pun harus mencirikan Bali. Kita tahu biayanya mahal, namun hal itu harus dilakukan," kata Ketua Komisi C DPRD II Badung, Nyoman Satria.
Perluasan terminal Bandara Ngurah Rai adalah tuntutan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin prima kepada pengguna bandara, khususnya wisatawan. Perluasan itu juga sesuai dengan master plan pengembangan Ngurah Rai, yakni melayani 25 juta penumpang per tahun pada tahun 2025. Terminal domestik yang sekarang hanya memiliki kapasitas tampung 1,5 juta orang per tahun. Sementara beban yang harus ditampung terminal domestik mencapai 4,5 juta penumpang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang